Hingar Bingar Serah Terima Jabatan (Sertijab) Satpam FISIP UI

14305436205926Kamis Malam (30/4/2015), notifikasi di hand phone saya berbunyi, tidak sekali tapi berkali- kali. Saya pikir hanya pemberitahuan biasanya saja. Namun begitu saya membuka dalam notifikasi di line saya, berita cukup mengejutkan muncul.

“Hai… Baru dapat kabar dari Satpam Fisip. Mulai hari Senin Satpam FISIP akan digantikan oleh Marinir, sebagai dampak dari penggerebekan kemarin”.

Setelah pesan tersebut, kemudian dilanjutkan dengan kabar lanjutan yang tak  kalah mengejutkan.

“Besok (Hari Jumat) ada sertijab satpam-marinir di gedung A jam 8. dateng yak, kedepannya kita bakal dijagain marinir

Malam itu di beberapa grup mengabarkan hal serupa. Muncul pula meme yang bertebaran di media social mengenai “marinir masuk kampus”. Banyak pula yang beranggapan bahwa adanya upaya militerisasi di kampus. Semakin banyak respon yang muncul di media sosial, hal itu pula yang membawa tim wepreventcrime untuk ikut turun dan meliput keesokan harinya, Jumat pagi.

Hal tersebut demi memperoleh kebenaran dari media sosial yang beredar. Pihak Dekanat FISIP UI seharusnya tahu alasannya. Bahkan sebelum isu tersebut beredar, saya pun sudah diberitahu oleh salah satu dosen Kriminologi bahwa Satpam FISIP UI akan ‘dipindahtugaskan’ sementara untuk menjalani pelatihan oleh PLK UI bersama dengan Marinir, dan digantikan tugasnya oleh satpam yang sudah menjalani pelatihan oleh Marinir. Namun sampai saat ini, belum jelas bagaimana bentuk pelatihan dan kerja sama apa yang sedang dibangun oleh PLK dengan Marinir tersebut.

Bertepatan dengan Hari Buruh

Semua orang tidak menampik bahwa pergantian Satuan Keamanan FISIP UI bertepatan dengan Hari Buruh Se-dunia. Secara pribadi, saya merasa hal ini menjadi suatu kebetulan, di sisi lain kebetulan ini pula yang menggerakan mahasiswa FISIP UI untuk mengikuti apel dan serah terima jabatan (Sertijab) kepada Satpam FISIP UI yang baru dan telah menjalani latihan oleh marinir. Beberapa anggota wepreventcrime pun ikut dalam gelaran apel pagi yang penuh hikmat.

Setelah mendapat kabar dari salah satu anggota wepreventcrime, pergantian atau rotasi satpam dengan yang baru masih menjadi pertanyaan besar. Teman saya menceritakan bahwa ada sedikit kesulitan ketika mewawancarai Pak Sunaryo dan Pak Sukardji sebagai Komandan Keamanan FISIP yang baru. Mereka berdua berdalih bahwa mereka tidak punya hak menjawab dan berbicara. Mereka pun menyarankan agar mewawancarai langsung komandannya langsung atau kepada Dekan FISIP UI, Ari Soesilo.

Namun setelah berhasil menemui Pak Suyanto sebagai Komandan Keamanan PLK UI dan Pak Ruhyan Koordinator Operasi Keamanan PLK UI, akhirnya informasi secara lengkap didapatkan. Dari hasil wawancara bersama Pak Suyanto dan Pak Ruhyan, mereka menilai bahwa kampus sebenarnya diharuskan steril dari pihak yang ‘tidak berkepentingan’. Ketika ditanya kembali, apakah kampus akan dibebaskan dari orang luar (civitas academica UI), dia menampik juga hal tersebut. Maksud dari pihak ‘tidak perkepentingan’ adalah orang yang tidak memiliki urusan di dalam kampus. Sebagai jantung Kota Depok, kawasan Universitas Indonesia tidak tertutup bagi masyarakat yang ingin berolahraga dan rekreasi.

Wawancara yang berlangsung hampir satu jam ini menghadirkan beberapa fakta bahwa sebenarnya marinir tidak sepenuhnya mengisi kekosongan satpam FISIP UI yang ‘dialihtugaskan’ oleh Dekanat FISIP UI.

“Satpam baru bukan dari marinir, tapi dari satpam PLK UI yang telah menjalani pelatihan oleh marinir.” Kata Pak Ruhyan

Sampai saat ini, beberapa marinir sudah diberikeleluasaan untuk menjadi pimpinan di PLK UI. Satpam FISIP UI yang telah ‘dialihtugaskan’ nanti akan menjalani pelatihan oleh marinir di PLK UI.

“ini bukan berarti masukin militer ke kampus, tapi menarik satuan militer utk sementara menjaga kampus adalah untuk menjadi pembelajaran bagi satuan keamanan bagaimana cara menegakkan keamanan, kedisiplinan, dan ketertiban di kampus yang selama ini kurang di masyarakat” ungkap Dekan FISIP, Ari soesilo.

Selanjutnya pelaksanaan Apel pagi itu terlihat pembagian kelompok yang cukup mencolok. Hal ini terlihat dimana ada tiga kelompok barisan apel, diantaranya : Di Barisan paling kiri dari arah inspektorat apel menghadap 18 Anggota Satpam Outsourcing mengikuti apel dengan seragam lengkap, dua kelompok barisan sisanya adalah 38 anggota Satpam yang akan bertugas di FISIP menggantikan 38 Anggota Satpam yang lama.

Pak Ruhyan sendiri yang mewakili dari PLK UI mengaku tidak ada maksud untuk menggelar apel pagi dan serah terima jabatan pada Hari Buruh tahun ini. Ia pun mengakui tidak ada waktu lagi. Hal ini diiyakan oleh Pak Suyanto selaku Komandan PLK UI yang baru menjabat beberapa bulan terakhir.

“Saya juga kerepotan, mas. Pak Dekan minta tanggal 28 (Selasa, 28 April 2015). Kita pun kerja keras mencari sumber daya yang pas. Sampai akhirnya tanggal 1 Mei ini dilantik.” Kata Pak Suyanto

Sampai saat ini, pergantian satpam FISIP UI adalah upaya pergantian yang lebih dulu dari fakultas lainnya. Adanya upaya pergantian satpam fakultas dengan satpam PLK UI yang telah terlatih masih akan terus bergulir. Pak Ruhyan pun mengakui jika pergantian dilakukan sekaligus akan menyebabkan kurangnya sumber daya di PLK sendiri sebagai pusat keamanan di UI.

Dari pemaparan dengan Pak Ruhyan dan Pak Suyanto, mereka pun hanya menjalankan perintah dan selalu memaparkan fakta bahwa kampus telah dimasuki rawan narkoba. Fakta tersebut pun masuk akal dengan adanya sidak narkoba di UI oleh polisi yang telah menangkap 6 orang di FISIP UI karena kedapatan memakai ganja, pada Sabtu Malam (25 April 2015). Tidak ada satu pun dari 6 orang tersebut yang merupakan mahasiswa aktif UI, namun hal tersebut sedikit ‘menampar’ pihak dekanat yang langsung reaktif dan menilai bahwa satpam FISIP UI sudah ‘tidak layak’ lagi.

Pelanggaran Hak Tenaga Kerja

Reaksi dari pihak dekanat yang memandang bahwa adanya pencemaran nama baik FISIP UI dengan ditangkapnya 6 orang karena kedapatan membawa narkoba, langsung memilih untuk mengganti satpam yang lama dengan satpam yang baru dengan menghubungi pihak PLK UI. Saat dikonfirmasi melalui kedua narasumber teman saya, keduanya mengakui pergantian ini juga dari desakan Dekan FISIP UI. Hal ini juga tidak terlepas dari kebutuhan dekanat yang meminta segera untuk diganti dengan yang satpam baru. Pihak PLK UI pun langsung menanggapi dan segera mencari 38 satpam yang telah terlatih untuk menggantikan satpam FISIP UI yang lama.

Beberapa teman saya dari wepreventcrime pada Kamis Malam, 30 April 2015, berdiskusi dengan beberapa satpam FISIP UI yang akan dialihtugaskan saat itu. Pak Hamdani, salah satu anggota dari satpam FISIP UI, menceritakan kronologinya ketika dipanggil oleh Dekan FISIP UI untuk berbincang. Inti dari percincangan tersebut menginformasikan bahwa Jumat, 1 Mei 2015 akan diadakan serah terima tugas dari satpam lama ke satpam yang baru. Satpam yang berjumlah 38 orang dengan 18 orang yang berstatus PNS atau pegawai tetap dan 20 orang berstatus kontrak atau tidak tetap akan digantikan secara sepihak oleh dekanat.

Diskusi yang menghadirkan hampir satu jam ini, memaparkan beberapa fakta dari wawancara beberapa anggota wepreventcrime. Adanya kekhawatiran dari hampir seluruh satpam FISIP UI yang dialihtugaskan dengan menganggap pengalihtugasan sebagai upaya ‘membuang’ mereka. Mereka tidak yakin dengan nasib mereka di PLK UI yang tidak melihat mereka sebagai satpam yang berpengalaman, khususnya di FISIP UI. Kekhawatiran mereka memunculkan adanya upaya pemberhentian secara sepihak oleh dekanat dan tidak dibayarkan hak- haknya berupa gaji. Hal ini ditengarai perbedaan manajemen yang berbeda antara manajemen fakultas dengan PLK UI yang langsung dibawahi Rektorat.

Pak Hamdani menuturkan bahwa selama ini tugasnya telah dilaksanakan dengan baik, namun faktor penunjangnya tidak pernah terrealisasi oleh dekanat, seperti ditralis atau membuat rolling door di kantin Taman Korea (Takor) FISIP UI untuk mengefektifkan jam malam dan tidak adanya nongkrong di Takor dan pagar dibuat lebih tinggi di tempat parkir FISIP UI untuk mencegah terjadinya pencurian helm. Pak Hamdani pun menuturkan bahwa ia sempat dicap pembangkang pimpinan karena sempat menuntut SK pengalihtugasan. Beberapa satpam pun sempat menceritakan bahwa selama lembur, mereka selalu telat mendapatkan hak kompensasi dari lemburnya. Bahkan, salah satu satpam outsourcing pun mengaku sering mendapatkan keterlambatan gaji oleh dekanat. Mereka pun sepakat bahwa permasalahan komunikasi antara satpam FISIP UI dengan Dekan FISIP UI sering tidak berjalan dan bahkan selalu membuat keputusan sepihak. Menurut Undang- Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 78 ayat (1) Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (2) harus memenuhi syarat:

  1. ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan; dan
  2. waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu.

Pasal 95

(1)            Pelanggaran yang dilakukan oleh pekerja/buruh karena kesengajaan atau kelalaiannya dapat dikenakan denda.

(2)            Pengusaha yang karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran upah, dikenakan denda sesuai dengan persentase tertentu dari upah pekerja/buruh.

(3)            Pemerintah mengatur pengenaan denda kepada pengusaha dan/atau pekerja/buruh, dalam pembayaran upah.

(4)            Dalam hal perusahaan dinyatakan pailit atau dilikuidasi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka upah dan hak-hak lainnya dari pekerja/buruh merupakan utang yang didahulukan pembayarannya.

Melihat serangkaian masalah yang muncul dapat saya rangkum melalui beberapa poin: Pertama, mengenai nasib Satpam FISIP UI yang berstatus kontrak atau outsourcing menggantungkan hidupnya dengan ketidakpastian, namun dituntut juga dengan beban kerja yang terus meningkat. Sehingga dibutuhkan kepastian dari Dekanat soal status dan kelanjutan pekerjaan mereka. Kedua, sudah sepatutnya komunikasi sejak awal dibangun oleh Pihak Dekanat (sekarang Pusat Administrasi Fakultas) juga meminta masukkan dari wakil mahasiswa sebagai pihak yang sama-sama berada di lingkungan Kampus FISIP. Tidak susah kan berdialog dan mencari jalan keluar bersama untuk tujuan yang lebih baik? Bukankah peningkatan profesionalitas dan mutu Satpam FISIP menjadi salah satu acuan terjaganya lingkungan kampus kita? Ketiga, Perjelas kerja sama antar instansi seperti FISIPUI-Marinir atau FISIP UI-PLK-Marinir dalam bentuk dan bantuan yang seperti apa agar ke depannya tidak ada dusta diantara kita. Keempat, jika memang membutuhkan bantuan dan saran untuk Lingkungan Kampus FISIP, mengapa tidak meminta saran dengan ahlinya? Karena di salah satu Jurusan di FISIP, yakni Kriminologi memiliki ilmu yang cukup untuk menerapkan langsung dalam tataran praktis.

Rinaldi Ikhsan Nasrulloh

Camera 360

 Aldi, biasa dirinya dipanggil oleh teman-temannya. Saat ini, ia sedang menjalani masa studi di Kriminologi FISIP UI angkatan 2012. Pernah menimba ilmu di Kastrat BEM FISIP UI 2013. Sangat menyukai sepak bola khususnya tim sepak bola Barcelona, dan tertarik pada isu-isu sosial dan politik. Sedang mencoba melawan takdirnya lewat berbagai aktivitas. Sekarang dipercayakan untuk bergabung dalamwepreventcrime bagian kajian. Tahun 2015, ia diamanahkan sebagai Redaktur Pelaksana wepreventcrime.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s