Diskriminasi Terhadap Siswa yang Telah Menikah

Baru-baru ini terjadi peristiwa tentang pelarangan anak untuk mengikuti ujian,. Mengapa pihak sekolah dapat melarang anak tersebut untuk tidak mengikuti ujian? Ternyata dan tidak lain karena siswa tersebut telah menikah. Siswa tersebut diberikan surat oleh pihak sekolah dua hari saat ujian akhir sekolah(UAS) sedang berlangsung dan pengembalian uang ujian. Selain dilarang mengikuti ujian, siswa tersebut pun dikeluarkan dari sekolah juga. Hal tersebut lantas membuat siswa tersebut kaget dan tidak menerima perbuatan tersebut, akhirnya orang tua siswa tersebut pun melaporkan ke komnas perlindungan anak. Padahal di sekolah tersebut ada juga murid yang bernasib sama tetapi tidak dikeluarkan dari sekolah karena siswa tersebut mempunyai saudara yang menjadi guru di sekolah tersebut.

Hal ini jelas merupakan pelanggaran HAM bagi anak. Menurut Undang-undang Perlindungan Anak no 23 tahun 2002, anak adalah seseorang yang belum berusai 18 tahun termasuk yang masih berada dalam kandungan. Pada kasus tersebut, jelas-jelas siswa tersebut masih dikategorikan sebagai anak walaupun telah menikah. Selain itu hak-haknya sebagai anak telah terlanggar. Sesuai dengan undang-undang perlindungan anak no 3 pasal 4 “Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. Dalam hal tersbut siswa masih mendapatkan perlakuan diskriminasi dari sekolah dan hak nya untuk dapat berkembang pun dilarang. Masih banyak lagi hak-hak yang dilanggar, salah satunya yaitu hak untuk mendapatkan pendidikan seperti menurut pasal 9 undang-undang perlindungan anak, “Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya”.

Menurut saya, banyak hal-hal yang janggal pada peristiwa ini. Seperti pelarangan tidak boleh mengikuti ujian karena telah menikah. Padahal tidak ada undang-undang yang mengatur  bahwa siswa tidak boleh menikah pada saat sedang berada di bangku sekolah. Itu hanya merupakan peraturan yang dibuat oleh sekolah dan ada hanya untuk menjaga nama baik sekolah. Setiap anak wajib mendapatkan pendidikan hingga tuntas tanpa harus dilarang hak-haknya. Di sisi lain perlu dilakukan pembenahan peraturan sekolah, karena peraturan sekolah yang ada sekarang ini tidak transparan dan kaku. Masih banyak tindak diskriminasi yang dilakukan oleh pihak sekolah, contohnya pada peristiwa yang lain yaitu siswi yang hamil tidak boleh mengikuti ujian. Dalam hal ini kasus yang pertama dengan kasus yang kedua pun hampir sama inti permasalahannya yaitu tidak boleh ujian karena sudah menikah dan sedang hamil. Benarkah sampai begitu mengganggunya siswa dan siswi tersebut dilarang untuk ujian, toh tinggal beberapa bulan lagi mereka akan lulus. Sekolah sebagai lembaga sosial seharusnya dapat memenuhi kebutuhan siswa untuk mendapatkan pendidikan. Negara pun terlihat apatis. Seharusnya negara tidak menelantarkan anak-anak yang mengalami kasus serupa

Oleh karena itu perlunya dukungan dari masyarakat dan pemerintah untuk terus membenahi peraturan-peraturan sekolah yang ada agar tidak terjadi pendiskriminasian dan tidak melanggar hak-hak anak. Bagaimanapun juga walaupun siswa/I tersebut telah menikah atau hamil, mereka tetaplah anak. Mereka masih membutuhkan pendidikan dan perlindungan demi kelangsungan hidup mereka kelak nanti.

Sumber :

http://news.okezone.com/read/2013/04/02/500/784920/ketahuan-menikah-siswa-sman-7-tangerang-dikeluarkan

http://www.tempo.co/read/news/2013/04/02/079470751

http://www.komnasperempuan.or.id/wp-content/uploads/2009/07/UU-PERLINDUNGAN-ANAK.pdf

 

______________________________________

Tentang Penulis: Penulis bernama Yuriko Fitri Ardiani, merupakan mahasiswi Kriminologi 2011. Penulis masih terbilang baru dalam bidang jurnalistik dan menjadi anggota baru wepreventcrime pada tahun ini. Untuk berdiskusi atau memberi tanggapan mengenai tulisannya, dapat melalui komen atau melalui twitternya disini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s