Mardjono Award, Penghargaan kepada Mahasiswa Kriminologi

DSC_5538
Pemberian Mardjono Award

Setelah tidak ada  selama satu semester, Mardjono Award kembali diadakan pada Rabu, 27 Februari 2013. Acara yang memberikan apresiasi kepada prestasi Mahasiswa Jurusan Kriminologi ini berlangsung di Auditorium Juwono Sunaryo (AJS), FISIP UI.

Untuk mengganti absennya Mardjono Award selama masa pengalihan Ketua Departemen Kriminologi, acara kali ini memberikan penghargaan bagi mahasiswa pemilik indeks prestasi sementara (IPS) tertinggi untuk dua periode semester, yakni semester genap 2011/2012 dan semester ganjil 2012/2013. Ada yang berbeda dari Mardjono Award tahun ini, bukan hanya  memberikan penghargaan bagi mahasiswa yang memiliki IPS tertinggi saja. Pihak Departemen Kriminologi juga menghadirkan mahasiswa-mahasiswi berprestasi bidang nonakademis di panggung penghargaan, antara lain Mahasiswa dan Mahasiswi yang mempunyai prestasi olah raga terbaik, mahasiswa yang aktif di dalam Universitas Indonesia dan mahasiswa yang aktif di luar Uuniversitas Indonesia, dan mahasiswa berprestasi utama.

Untuk mahasiswa S1 Program Reguler, mahasiswa dengan IPS tertinggi diperoleh oleh Maria Anastasia dan Audrey Anastasya Fide. Sedangkan untuk program pararel diperoleh Yuditha Kusuma Sugiarto dan Nadia Oktaviani. Untuk mahasiswa S2 dengan IPS tertinggi selama dua periode berturut-turut didapatkan oleh Monica Margaret.

Sedangkan yang mendapatkan penghargaan mahasiswa dan mahasiswi yang memiliki prestasi olah raga terbaik adalah Satrio Guardian dan Nadia Amelia. Untuk penghargaan mahasiswa yang aktif di dalam Universitas Indonesia diraih oleh Affin Bahtiar sedangkan penghargaan untuk mahasiswa yang aktif di luar Universitas Indonesia diraih oleh Manshur Zikri.

Pembicara yang diundang untuk memberikan kuliah umum adalah sesosok figur yang telah sangat dikenal oleh seluruh mahasiswa Kriminologi, yaitu Profesor Adrianus Meilala. Profesor yang pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Kriminologi Universitas Indonesia, diundang karena jabatannya sebagai komisionner Kompolnas.

DSC_5559
Kuliah Umum oleh Profesor Adrianus Meliala

Dalam kuliah umum yang bertajuk Model-Model Pengawasan Kepolisian Mancanegara, Professor Adrianus membahas mengenai perlunya pengawasan terhadap kinerja kepolisian yang salah satunya diwujudkan dengan adanya Kompolnas. Ia menilai bahwa terdapat dillema dalam pengawasan kepolisian apakah hanya sebatas pada pemantauan dan penilaian saja  atau sekalian mengambil alih kerja kepolisian apabila kerjanya buruk. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) selain diharapkan sebagai pembuat kebijakan, penghubung dalam masyarakat, mereka juga diharapkan untuk dapat  mendengarkan keluhan masyarakat.

Kepala Departemen Kriminologi, Dr. Mohammad Kemal Dermawan, mengungkapkan kegembiraannya dalam melihat dinamika indeks prestasi sementara, terbukti dari beragamnya mahasiswa yang mendapatkan penghargaan. Ia juga menilai bahwa prestasi tidak hanya dinilai dari indeks prestasi saja tapi diungkapkan dalam bentuk lainnya atau dengan kata lain prestasi non-akademis.

DSC_5508
Kepala Departemen Kriminologi, Dr. Mohammad Kemal Dermawan

Baginya, arti utama dari diadakannya Mardjono Award bukan untuk memberikan kompensasi terhadap mahasiswa berprestasi, tapi untuk mendorong mahasiswa meningkatkan prestasinya. Harapan dosen yang kini menjabat sebagai Ketua Departemen Kriminologi ini adalah agar mahasiswa kriminologi di samping mengejar cita-cita dan mengembangkan bakatnya tidak melupakan tugas utama seorang mahasiswa, yakni belajar.

Ketika ditanya perihal keterlibatan mahasiswa dalam acara departemen ini, ia mengaku tidak membanding-banding Mardjono Award tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun begitu ia berpendapat bahwa mahasiswa harus dilibatkan dalam acara ini. Hal ini terbukti dengan terlibatnya mahasiswa dalam kepanitiaan dan pengisi acara.

DSC_5592
Pengisi Acara, dari Mahasiswa Kriminologi

Mahasiswa penerima Mardjono Award dari program S2 yaitu Monica Margaret mengatakan, menurutnya Mardjono Award bukan sekedar ajang untuk mengetahui siapa saja mahasiswa yang berprestasi, tetapi juga sebagai sarana untuk menambah kekeluargaan (lebih ke jaringan) dan wawasan. Selain itu ia pun mengungkapkan cara belajarnya yaitu dengan cara sering berdiskusi kepada yang lebih ahli seperti senior dan dosen serta mengulang lagi pelajaran yang telah dipelajari. Ia berharap agar dapat lulus dengan predikat cumlaude.

Berbeda lagi tanggapan dari Nadya Oktaviani,  saat ia mendapatkan Mardjono Award ia merasa tegang karena beranggapan akan disuruh pidato. Ia pun merasa senang karena saat mendapatkan Mardjono Award, ia merasa bahwa hasil belajarnya selama satu semester ini merasa dihargai. Harapan untuk kedepannya nanti, ia dapat mempertahankan gelar serta lulus dengan predikat cumlaude, serta harapannya bagi mahasiswa kriminologi lainnya agar dapat terus berprestasi. Sedangkan menurut Audrey Anastasya Fide,  kuliah umum yang diberikan oleh Prof Adrianus sangat berguna bagi mahasiswa kriminologi dan dengan adanya Mardjono Award ini dapat menjadi pemicu bagi penerimanya dan lainnya agar bisa lebih berprestasi lebih baik lagi.

DSC_5587
Perkenalan Pengurus Harian HIMAKRIM 2013/2014

Acara Mardjono Award ini ditutup dengan perkenalan Badan Pengurus Harian Inti Himpunan Mahassiswa Kriminologi (HIMAKRIM) FISIP Universitas Indonesia, periode 2013-2014 . G. Jerotama P. Radja Ludji, selakau Ketua HIMAKRIM -lah yang memperkenalkan para badan penguruh harian inti. Harapan yang besar para mahasiswa Kriminologi besar terhadap kinerja dari HIMAKRIM ini.

  liputan oleh:

Albert Wirya S, I G N Aditia T A, Yuriko Fitri A, Miranda Olga V, Lidya Apriliani, Nabila Riyas Putri


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s