Modus Baru, Mari Kita Cegah

Berkaca dari tahun lalu, banyak sekali kejadian yang merugikan para warga FISIP UI. Terutama bagi para mahasiswa ataupun mahasiswi dan petugas keamanan atau satpam di FISIP UI. Tidak lain tidak bukan kejadian tersebut ialah kehilangan helm dan kendaraan bermotor atau ranmor. Meskipun pencurian ranmor jarang terjadi di FISIP UI, namun disini, saya hanya ingin berbagi pengalaman serta beberapa saran akan munculnya sebuah modus lama yang baru diaplikasikan di FISIP UI ini. Modus itu berupa penukaran plat kendaraan bermotor. Pelaku dalam modus ini biasanya berkelompok, membawa plat motor yang sesuai dengan STNK motor yang mereka miliki, kemudian mereka juga merencanakan pencurian motor tersebut dari jauh-jauh hari. Sehingga mereka dapat melancarkan aksi dengan lancar dan flawless tentunya.

Kejadian ini saya alami ketika hendak pulang bersama seorang teman saya. Kebetulan saya memarkir motor saya di tempat yang berada jauh dari jangkauan satpam. Waktu itu saya membawa 2 buah helm, karena ada teman yang ingin pulang bareng dengan saya. Akan tetapi dengan cerobohnya, kedua helm tersebut hanya saya cantol-kan di jok motor saya. Alhasil, salah satu helm saya raib diambil oleh pencuri itu dan lebih mengagetkannya lagi ialah plat belakang motor saya pun hilang. Mungkin karena saya menggunakan kunci gembok untuk motor, sehingga mereka memutuskan untuk mengambil helm saja. Ketika saya kroscek dengan satpam FISIP UI, rupanya mereka tidak pernah melihat modus seperti itu selama bekerja disini dan terkejut ketika mendengar pengalaman saya ini.

Sebagai contoh diluar lingkungan kampus, modus ini juga pernah terjadi di Bandara Soekarno-Hatta beberapa bulan silam. Merujuk kepada sebuah berita di situs  detik.com, tiga mobil hilang dalam semalam. Caranya, mereka menyewa kendaraan (yang berupa mobil), kendaraan yang mereka sewa sama dengan kendaraan yang menjadi incaran pencurian. Kemudian mereka berangkat dengan kendaraan yang mereka sewa. Ketika sudah sampai ditempat, mereka akan menukar plat yang sudah mereka buat atau palsukan dengan kendaraan yang mereka incar. Lebih lanjut untuk lolos dari tempat parkir, mereka biasa mengaku kehilangan tiket parkir. Dengan hanya membayar denda Rp. 50.000,- (karena mengaku kehilangan tiket parkir) lalu mereka meninggalkan kendaraan sewaan. Voila!!  Berlakulah teori mengeluarkan sedikit modal demi meraup keuntungan yang lebih banyak.

 Baru-baru ini Divisi Humas Mabes Polri juga mengeluarkan himbauan terkait dengan  kasus ini.

Melihat kejadian tersebut, sebagai korban tentunya geram dan muak. Namun alangkah lebih baiknya kita membagikan pengalaman kita kepada para pembaca. Dimana dengan pengalaman yang kita bagikan, adanya upaya untuk mencegah tindak kejahatan dapat terjadi. Maka dari itu ada beberapa saran yang ingin saya sampaikan terkait dengan pengalaman ini:

  1. Be Vigilant!

Selalu waspada akan lingkungan sekitar. Meskipun anda sudah cukup lama kenal dengan lingkungan itu, tetapi kejahatan dapat terjadi dimana saja. Lakukan apa yang anda perlu lakukan agar tetap aman, terutama ditempat rawan tindakan pencurian kendaraan bermotor.

       2. Janganlah Menjadi Beban Satpam!

Jangan sekali-kali melimpahkan segala kejadian naas akan helm dan motor anda kepada satpam. Jumlah satpam yang bertugas terbatas. Selain itu mereka juga tidak bisa selalu mengontrol setiap saat karena adanya pergantian jadwal jaga. Jadi, janganlah menjadi beban bagi mereka karena mereka juga sudah melakukan yang terbaik untuk keamanan dan kenyamanan kita semua. Mulailah dari yang kecil seperti mentaati peraturan-peraturan diparkiran, bawa selalu kunci pengaman, titipkan helm di tempat penitipan apabila anda memarkirkan kendaraan jauh dari jangkauan mereka. Yang terpenting adalah selalu membayar parkir.

        3. Bertemanlah dengan Satpam!

Tidak ada ruginya jika kita berteman dengan para petugas keamanan diparkiran kampus. Mereka juga akan senang apabila kita berbagi pengalaman-pengalaman naas yang terkait pencurian helm dan motor. Dengan sharing kepada mereka, mereka akan meningkatkan tingkat kewaspadaan pula dengan pengalaman-pengalaman yang telah kita alami sebagai korban pencurian itu sendiri.

Sudah saatnya kita peduli dan menjaga lingkungan kita agar kejadian yang saya alami tidak terulang kembali. Dengan peduli pada kendaraan dan barang-barang yang kita miliki, sudah sangat membantu para petugas keamanan di kampus. Secara  tidak sadar anda juga sudah turut serta menjaga keamanan di kampus. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo kita mulai dari sekarang!

 

Tentang Penulis

_____________________________________________________

Gusmara Agra Utama

Seorang mahasiswa Program Studi Kriminologi angkatan 2011, biasa dipanggil Agra, berumur 18 tahun.  Mempunyai hobi browsing internet untuk mencari-cari info atau berita yang lagi booming atau nge-trend saat ini, menonton film berbagai genre, serta 80% terobsesi dengan game. Merupakan salah satu staff Buletin WPC yang masih “hijau”. Saat ini aktif diHimpunan Mahasiswa Kriminologi (HIMAKRIM) FISIP UI divisi Buletin WPC, dan selalu berusaha memberikan kontribusi bagi HIMAKRIM terutama di WPC itu sendiri meskipun masih pertama kali mendalami bidang organisasi.

 


2 thoughts on “Modus Baru, Mari Kita Cegah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s