Sajak Pembebasan Kita

Jika malam bisa diganti dengan siang

Jika bulan nantinya akan berganti menjadi matahari

Maka, apakah yang bisa menggantikan kita?

 

Jika pancaran air mata bisa diganti dengan tawa

Jika rentetan masalah bisa diganti dengan solusi

Lalu, bagaimana dengan kita?

 

Kita mengelilingi malam untuk mencari kepastian

Menjelajahi pagi untuk mencari arti keberadaan

Kita bertanya mengenai “pembebasan”.

Dan orang-orang menjawab “mengapa harus bebas?”

 

Kita berdalih dunia ini akan lebih baik

Mencari sebuah kepastian di dalam lubang keputusasaan

Jika pembebasan memang benar-benar ada,

lantas mengapa dunia ini tidak kunjung memberi pembebasan?

 

Jika pembebasan memiliki eksistensi diatas segalanya

Lantas mengapa masih banyak kebebasan yang dijajah.

Lalu, untuk siapa pembebasan itu?

Pembebasan yang bagaimana yang mampu dijanjikan?

Jika pembebasan pada kenyataannya hanyalah kebohongan belaka.

 

Kita sudah terlelap terlalu lama dalam hal yang sama

Berkutat dalam kehidupan yang menjunjung tinggi kebebasan

Lantas kebebasan apa yang pernah dicapai?

Jika kenyataannya kita hanyalah budak dari pembebasan itu sendiri

Lantas pembebasan ini untuk siapa?

 

Karena sebenarnya kita adalah buah keputusasaan

dari hakikat pembebasan yang dijanjikan.

Dan kita hanya bisa merengek untuk pembebasan yang tidak memiliki makna

Karena yang mereka maksud pembebasan itu, untuk membebaskan siapa?

 

Karya: Nurlaili Oktaviani Faozan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s