Uang Palsu Merebak Kembali

Dengan memanfaatkan terik matahari dan kelengahan orang yang sedang berpuasa, seorang mahasiswa baru, entah sengaja atau tidak, mengawali karir kriminal di kampus barunya. Catatan singkat dari seorang korban.

Siang di bulan Ramadhan itu cukup terik tentunya, baik bagi kaum yang berpuasa maupun yang tidak, toh sengatan matahari ke tubuh yang dilapisi jaket murah berwarna kuning tidak menghalangi para senior untuk menyambut para mahasiswa dan mahasiswi baru melalui kegiatan Welcome Maba 2012. Tidak kurang dari 30 stand (atau lebih pantas disebut lapak) baik yang beratap maupun tidak memenuhi lapangan di sekitar Balairung dan Rotunda pada hari ke-3 rangkaian acara Welcome Maba 2012 tersebut. Berbagai ekspresi menambah meriah suasana yang sudah lebih dulu dimeriahkan oleh bermacam-macam dekorasi yang sengaja dibuat oleh para kakak-kakak ini untuk menerima kedatangan adik-adik mereka. Mulai dari senyum malu-malu maba yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Depok, teriakan penuh semangat dari kakak-kakak senior yang menyambut mereka hingga celotehan para penjual, baik yang menjual merchandise sampai yang ‘menjual’ kehebatan sebuah fakultas atau jurusan.

Kegiatan di hari itu terasa biasa-biasa saja hingga semua maba sudah habis dan para panitia bersiap untuk meninggalkan tempat acara. Saya sendiri baru datang ditengah-tengah acara, dan menjadi salah satu panitia yang menjual merchandise berupa kaos bertuliskan “GUE ANAK FISIP”. Kaos ini kebetulan merupakan sebuah produk unggulan yang biasa dijual besar-besaran pada saat mahasiswa baru masuk, karena peminatnya memang kebanyakan adalah para mahasiswa baru.

Hari itu menjadi tidak biasa ketika kami mulai menghitung uang hasil penjualan pre-order kaos tersebut. Sampai ketika salah satu panitia mengatakan “Kabar buruk, ada uang palsu” sambil menyodorka menyodorkan ternyata uang pecahan lima puluh ribuan. Disinyalir uang palsu pecahan lima puluh ribuan itu adalah milik seorang maba yang menggunakannya, entah sengaja atau tidak, untuk membeli kaos “GUE ANAK FISIP” yang dijual secara pre-order di lapak Welcome Maba milik BEM FISIP UI.

Perbandingan uang asli (atas) dan palsu (bawah)

Bicara sedikit mengenai uang palsu ini, jika dipegang memang beda jauh dengan uang asli, terutama dari segi tekstur karena dibuat dari kertas biasa. Warnanya sendiri terlihat tidak segelap warna biru aslinya, dan meskipun terlihat gambar pahlawan jika diterawang di bagian putihnya, sebenarnya akan langsung terlihat perbedaannya dengan uang asli. Akan tetapi sepertinya hal ini tidak disadari oleh panitia yang bertugas menjual kaos tersebut. Kemungkinan besar panas terik matahari yang menyengat telah memudarkan konsentrasi para panitia yang sebagian besar juga sedang berpuasa. Selain itu, banyaknya maba yang memberi uang untuk pembayaran di waktu yang singkat (satu kloter maba yang datang ke lapak FISIP bisa berjumlah 8-15 orang, dan hanya diberi waktu kurang lebih 10 menit untuk memesan kaos tersebut.) juga membuat panitia tidak punya cukup waktu untuk memeriksa uang yang mereka terima.

Hingga saat tulisan ini dimuat, pemilik dari uang palsu ini belum diketahui, dan tentu saja, melacaknya pun pasti akan sangat sulit mengingat banyaknya jumlah pembeli kaos “GUE ANAK FISIP” itu sendiri. Entah apakah maba itu sendiri sebelumnya juga telah menjadi korban dari penipuan uang palsu, sebelum beralih menjadi pelaku, atau mungkin juga si maba ini sebetulnya tidak menyadari bahwa uang yang digunakannya adalah uang palsu, yang jelas kejadian ini membuktikan bahwa kejahatan memang ada di sekitar kita, dan terkadang seseorang bisa mengalami modus kejahatan yang tidak terduga (jujur saja, buat saya sendiri uang palsu termasuk sebuah benda yang agak asing). Oleh karena itu kewaspadaan kita memang dituntut sebagai perlindungan pertama agar tidak menjadi korban.

p.s. : Bagi pelaku yang membaca tulisan ini dan berniat mengakui perbuatannya, dapat menghubungi penulis. Jangan takut! Karena penulis adalah pendukung dilaksanakannya restorative justice yang lebih mengutamakan ganti rugi yang proporsional ketimbang penghukuman. Singkatnya cukup datang dan berikan uang yang asli, dan uang palsu anda akan kami kembalikan. No hurts feeling! Semuanya selesai. Impas. Identitas akan dirahasiakan tentu saja. Jadi, saya tunggu kabar dari anda di 087882247676 atau melalui surat elektronik di skrhts.tndstckr@gmail.com terima kasih😉

______________________________________

Tentang Penulis

Gerald Radja Ludji

Gerald, mahasiswa Kriminologi angkatan 2010, menyukai hal-hal serius yang dibawakan dengan santai. Having fun while doing serious things, termasuk dalam membicarakan suatu isu, baik lingkup kecil maupun yang lebih luas, seberat apapun harus dibumbui lelucon maupun sampahan sejenak, karena jika dibawakan terlalu serius akan menimbulkan kesan kaku, membosankan dan cenderung mudah dilupakan. Seorang awam penikmat seni,pernah ikut menulis buletin kritik sosial bernama buklethapmas, yang menyajikan kritik nyeleneh di lingkungan kampus FISIP UI. Penggemar Warkop DKI yang saat ini merupakan anggota BEM FISIP UI 2012 ini sering menghabiskan waktunya untuk nongkrong dan bertukar informasi melalui obrolan-obrolan santai. Di wepreventcrime ia menjadi salah satu kontributor tetap dan berharap biografi dan fotonya ini bukan menjadi satu-satunya postingan di situs ini.


5 thoughts on “Uang Palsu Merebak Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s