Pengobatan Ala Angkot

Pengobatan alternatif marak dilakukan sebagai pendamping pengobatan medis. Berbagai macam metode mulai dari menggunakan bantuan hewan seperti lebah dan lintah, akupresur, akupuntur, teknik alexander, kinesiology, aromaterapi, autogenic therapy, chiropractice, terapi warna, homeopati, osteopati, hipnoterapi, iridology, naturopathy, terapi nutrisi, terapi polaritas dan psikoterapi. Pengobatan alternatif  yang paling umum dan banyak digunakan adalah dengan cara pijat refleksi.

Pada dasarnya pijat refleksi dapat menyembuhkan hampir semua penyakit. Hal ini dikarenakan banyak titik-titik syaraf yang dapat dijangkau untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Selain menyembuhkan, pijat refleksi juga dapat menjaga kebugaran tubuh. Untuk mendapatkan pelayanan pijat refleksi pun tergolong mudah. Banyak pusat pijat refleksi tersebar di Jakarta. Bahkan di mall-mall sekalipun, kita dapat menemukan tempat pijat refleksi.

Semasa saya SMA, saya selalu pulang ke rumah menggunakan angkot dengan nomor S15A. Suatu sore ketika pulang sekolah dengan menggunakan angkot, masuklah tiga orang pemuda. Ketiga pemuda tersebut duduk terpencar dengan formasi membentuk segitiga. Sampai saat itu saya tidak merasa ada keanehan pada mereka. Sampai suatu saat salah seorang dari mereka mengeluarkan brosur pijat refleksi dan mulai memijat seorang penumpang tanpa permisi. Penumpang tersebut ternyata tidak menerima dan melawan. Karena gagal membujuk penumpang tersebut untuk dipijat, pemuda yang membagikan brosur turun. Beberapa meter setelah pemuda pembagi brosur tersebut turun, dua orang pemuda yang naik bersama dengannya ikut turun.

Beberapa bulan lalu kejadian tersebut terulang kembali. Kali ini terjadi di angkutan umum bernomor M04 jurusan Depok-Pasar Minggu dengan cara yang sama. Tiga orang pria paruh baya masuk, membagikan brosur pijat refleksi dan memijat tanpa permisi. Namun, ada satu hal baru yang saya sadari yaitu dua orang temannya melakukan operasi kecil terhadap penumpang yang dipijat secara paksa. Bedanya, kali ini tidak ada perlawanan dari korbannya. Setelah ketiga pria paruh baya tersebut turun, ternyata penumpang yang menjadi pasien pijat refleksi kehilangan sejumlah benda pribadinya.

Tidak lama berselang setelah kejadian kedua, tiga orang pria paruh baya yang sama masuk ke dalam angkot dan melakukan aksi yang sama lagi. Karena saya merasa saya bisa menjadi korban berikutnya, saya memutuskan untuk turun dari angkot M04 dan mencari angkot yang baru.

Ya, begitulah kondisi angkutan umum di daerah Jakarta dan Depok. Minimnya keamanan yang diperoleh oleh penumpang menjadi ketakutan para penumpang. Satu-satunya yang dapat diandalkan ketika menggunakan angkutan umum adalah kewaspadaan pribadi. Berikut ini adalah trik dan tips untuk mendeteksi para ahli pijat refleksi dadakan di angkot:

  1. Perhatikan jumlah penumpang yang masuk secara berkelompok. Umumnya mereka berjumlah tiga orang.
  2. Perhatikan posisi duduk yang mereka pilih. Mereka akan membentuk formasi segitiga dimana dua dari mereka akan mengapit korban dan seorang lagi akan menglihkan perhatian calon korban dengan memijat kaki.
  3. Jangan ragu untuk menolak.
  4. Jangan ragu untuk turun dari angkot.
  5. Jangan menyimpan barang berharga di kantong celana dan di kantong depan tas. Bagian ini adalah tempat yang paling sering digeledah oleh pemijat refleksi.
Ilustrasi formasi kelompok copet pijat refleksi ( Ilustrasi oleh: Mela)

Semoga kenyamanan dan kemanan angkutan umum bisa lebih diperhatikan oleh pemerintah dan pihak swasta penyedia angkutan umum dan tetaplah jaga kewaspadaan anda.

_____________________

Oleh Mela Alifah (Kriminologi, 2011)

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s