Belajar pada Alam

Kita terlahir di dunia ini tidak sendiri. Kita, yang biasa disebut sebagai manusia, harus bisa menjadi pemimpin di alam ini. Manusia merupakan unsur yang seharusnya menyatu dengan alam. Namun, apakah manusia telah bisa memimpin alam dengan bijak? Sekiranya, kita tidak bisa menjawab hal itu sekarang, karena kita masih melihat alam yang rapuh.

Oke, mari kita lihat dan renungkan kembali apa yang telah kita (manusia) lakukan terhadap alam. Kita, sebagai makhluk (yang katanya) dikaruniai lebih dibandingkan makhluk lain justru telah membuat kekacauan di muka bumi ini. Semua seolah-olah memiliki orientasi terhadap uang atau dalam istilah sekarang lazim disebut dengan kapital dan modal.

Alam yang sekarang sudah menjadi rapuh dan rentan karena ulah tangan manusia. Mereka tidak menyadari bahwa di alam ini tidak hanya mengabdi pada manusia tetapi juga pada makhluk lain. Seharusnya, semua makhluk di muka bumi ini egaliter, tidak ada yang saling terkam-menerkam.

Lalu, apa yang seharusnya kita lakukan? Belajar lah pada alam ini. Mereka masih mampu memberi meskipun telah banyak dilukai. Mereka masih bisa bertahan pada saat yang tertekan. Mereka masih bisa mendengarkan walau pun di tengah-tengah mesin modern. Kita, sebagai mahasiswa, harus dapat memaknai filosofi alam ini. Karena sesungguhnya, manusia bukanlah apa-apa tanpa alam.

wepreventcrime


One thought on “Belajar pada Alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s