Kisah Mantan Bintang Porno

Dalam esai ini akan membahas pornografi berdasarkan pandangan mantan bintang pornografi, yaitu Shelley Lynn Lubben. Merupakan mantan aktris porno yang mengaku bisa keluar dari dunia gelap industri pornografi dan memilih menjadi aktivis melawan ekploitasi seksual terhadap gadis-gadis muda Amerika.

Dalam jurnal Fundamentalism, Feminism, and Attitudes toward Pornography, menjelaskan tentang bagaimana mempelajari sikap feminis dan fundamentalis untuk pornografi. Sementara kedua kelompok saling tidak menyukai pornografi dan cenderung mendukung penegakan hukum materi seksual yang eksplisit, doktrinal Kristen konservatif dan feminis tampaknya tidak setuju atas dasar umum. Sebuah model jalur rekursif menunjukkan bahwa kaum feminis menentang pornografi untuk efek dugaan digunakan pada perempuan, sedangkan oposisi fundamentalis berdasarkan keyakinan bahwa pornografi menyebabkan kerusakan moralitas.

Hal ini sesuai dengan apa yang dialami dan dirasakan berdasarkan pengalaman Shelley yang kemudian membuatnya menjadi aktivis antipornografi. Feminis dan fundamentalis dijadikan sebagai landasan antipornografi. Upaya dalam mengatasi permasalahan pornografi dapat dilakukan dengan penegakan hukum materi seksual yang eksplisit, seperti pemberian sosialisasi yang melibatkan berbagai pihak. Pornografi dianggap sebagai sebuah perusakan moralitas, dapat diatasi dengan pendekatan melalui ajaran agama seperti yang dilakukan Shelley.

Berdasarkan kelompok feminis, penentangan terhadap pornografi dikarenakan sangat merugikan bagi kaum perempuan dengan berbagai dampak yang ditimbulkan. Kelompok feminis sangat menentang karena melihat dalam pornografi pemeran perempuan hanyalah sebagai korban yang mau melakukan karena keadaan yang memaksakan. Sedangkan kelompok fundamentalisme, beranggapan bahwa pornografi dianggap sebagai sebuah perusakan moralitas yang fundamental. Oleh karena itu, pornografi harus diatasi dengan mencari dan memperbaiki akar masalahnya, yaitu suatu keinginan pemenuhan nafsu sesaat dengan cara yang sesat. Pornografi harus diminimalisir dan diganti dengan adanya berbagai hal lain yang bersifat hiburan. Selain itu, juga harus ada perbaikan moral dengan cara pendekatan melalui keagamaan.

Dalam buku Perempuan, Kesetaraan, Keadilan dijelaskan bahwa industri seks merupakan bisnis yang menjanjikan yang mendatangkan keuntungan berlipat ganda bagi para pebisnisnya dan berbagai pihak yang terlibat pada pusaran bisnis ini. Di lain pihak kebutuhan akan industri seks dan hiburan tidak pernah surut. Oleh karena itu, akan sulit memutus mata rantai industri seks, mengingat antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) sulit dihentikan, hal seperti ini merupakan lingkaran setan yang tak berujung.

Untuk mengatasi pornografi itu sendiri dibutuhkan kesadaran dari berbagai pihak, mulai dari konsumen, distributor, dan produsen pornografi yang saling berkaitan. Konsumen merupakan penikmat film porno yang mayoritas merupakan laki-laki, harus lebih menyadari bahwa kenikmatan yang diperoleh tidak sebanding dengan pengorbanan yang dilakukan untuk melakukan berbagai adegan yang ditampilkan. Distributor dalam hal ini dapat dilakukan dengan peminimalisiran situs-situs porno melalui internet ataupun penjualan vcd porno. Produksi film porno juga harus dikurangi secara signifikan dengan pengetatan pembuatan oleh produsen.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s