Cerita tentang Pesan Singkat

Suatu siang di hari jumat yang panas di Depok, saya dan seorang kawan sedang mengevaluasi film yang kami buat. Di tengah evaluasi yang menarik dan menghasilkan banyak masukan, sebuah pesan singkat masuk ke handphone milik teman saya. Melihat raut muka teman saya tersebut, saya bertanya tentang isi pesan singkat tersebut.

“Ini, ada yang nawarin masuk ke Universtitas Negeri Balon, tapi lewat jalur belakang gitu” jawab teman saya cuek.

“Eh, gue boleh minta contact orang itu ngga? Kebetulan adik gue kan kelas 12 dan mau ujian” tanyaku.

“Boleh, nih nomornya”

***

Di perjalanan pulang dari kampus, saya mencoba mengirim pesan singkat kepada Aruni (nama samaran) yang merupakan contact person dari jalur “khusus”.

Sent 15:01:57

“Halo, ini Aruni ya temennya Kembang yang nawarin jalur khusus?”

Received 15:02:57

“Iya bener J”

Sent 15:03:57

“Itu jalurnya tuh gimana ya?”

Received 15:07:57

“Lo lewat jalur SENAMPETEN, tapi udah pasti masuk. Tetep ikut tes buat formalitas doang. Gmn? Minat jurusan apa?”

Sent 15:13:57

“Jurusan cinta hahaha, gak deng. Gue mau masuk fikom nih. Kira-kira prosedurnya gimana ya? Terus Koneksinya gimana? Maaf nih, gue gamau dan takut ketipu hehe.”

Received 15:17:51

“Nyeh haha oh fikom. Lo ada pin bb atau whatsapp? Biar lebih enak hehe nanti kita buat perjanjian diatas hitam putih & materai, pembayarannya awalnya juga pake kwitansi. Ini gue kenal lgsg sama anaknya dosen FK Universitas Negeri Balon, jadi dijamin kok. Sebenernya kepastiannya tanggal 3 sekarang, lo coba pastiin dulu aja.”

 

Sent: 15:20:51

“Dosen? Eh kira-kira ada yang tau ngga nih? Gue takut ketauan orang umum nih.”

Received: 15:25:51

 “Iya, dia ada jatah dan setau gue emang seluruh dosen dijatahin gitu. Gak ada yang tau kok. Lo kan tetep ikut tes SENAMPETEN dll. Gimana? Lo minat? Kabarin cepet yaaa.”

Sent: 15:32:51

 “Okeee, ntar gue kabarin lagi deh.”

Received: 15:36:51

 “Hehe sip gue tunggu ya, soalnya kayak gini gini kan berhubungan sama rektor juga. Malem gue tunggu ya. Ohya untuk fikom harganya 45juta, itu diluar biaya masuk (jalur SENAMPETEN). Jatohnya sih kayak SEMUR, apalagi kalo SEMUR belum tentu keterima. Kalo ini udah pasti.”

***

Saya jadi teringat jika musim UN, media ramai meliput seputar pelaksanaan ujian di sekolah-sekolah. Semakin ramai jika media berhasil menangkap basah kecurangan yang dilakukan siswa saat ujian. Seperti yang Philip Jenkins katakan bahwa kejahatan apapun, khususnya yang menyimpang dari konsesus moral akan lebih bernilai berita jika anak terlibat di dalamnya.

Dari informasi yang saya peroleh ini, menjadi jelas bahwa kenakalan anak tentang contek-menyontek juga difasilitasi oleh banyak pihak. Sejauh ini saya masih belum menemukan media yang mengulas secara lengkap tentang kecurangan yang dilakukan pihak universitas. Menciptakan Indonesia yang jujur? Masih panjang perjalanan kita.

______________________

Ditulis oleh Mela Alifah (Kriminologi, 2011)


One thought on “Cerita tentang Pesan Singkat

  1. kesimpulan kurang hot nih, hehe. tapi salut buat yang nulis. gua juga pernah denger cerita dari salah satu orang dalem kampus yang lumayan terkenal di depok, ternyata kasus ini juga ada di kampus itu. tapi biaya yang dikeluarin untuk masuk ke kampus itu tentunya lebih besar. lebih mencengangkan lagi, memang orang tertinggi di kampus terlibat didalamnya. kalau dari masuknya udah kayagini, gimana kualitas mahasiswanya nanti ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s