Mardjono Award 2012

Mardjono Award 2012

Rabu (21/4), Departemen Kriminologi FISIP UI mengadakan sebuah acara yang bernama Mardjono Award. Acara yang rutin diselenggarakan setiap semesternya ini merupakan acara pemberian penghargaan kepada seluruh Mahasiswa Kriminologi, baik sarjana S-1 reguler maupun paralel, program pascasarjana S-2 dan S-3.

Dalam Mardjono Award 2012 ini, pihak Departemen Kriminologi juga mengadakan kuliah umum yang diisi oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen (Pol) Nanan Sukarna. Kuliah umum ini bertajuk Democrating Policing, Penerapan Pemolisian Demokratis: Program Pemolisian Masyarakat yang Diselenggarakan oleh Polisi. Dalam kuliah umum tersebut, dijelaskan bahwa Polri mempunyai beberapa program untuk berupaya menciptakan Pemolisian yang Demokratis. Namun Wakapolri tidak memungkiri bahwa terdapat beberapa oknum-oknum dari Polisi yang tidak mendukung kegiatan Polri tersebut.

Komjen (Pol) Nanan Sukarna, ketika memberikan kuliah umum dihadapan mahasiswa Kriminologi FISIP UI.

Dalam kuliah umum tersebut, Wakapolri juga mengatakan bahwa media massa yang sangat sering mengabarkan hal negatif dari Polri merupakan hal yang wajar, karena media massa selalu mengejar berita-berita yang sexy untuk keperluan marketing media massa tersebut. Namun, walaupun demikian, Wakapolri mengatakan bahwa Kepolisian Republik Indonesia terus berupaya untuk memajukan kinerja mereka untuk dapat terus melayani masyarakat dengan baik.

Salah satu Dosen Departemen Kriminologi FISIP UI, Yogo Tri Hendarto, mengatakan bahwa program-program Polri yang dipaparkan saat kuliah umum tersebut sudah cukup baik. Namun penerapan program Polri tersebut dalam realitasnya memunculkan berbagai macam hambatan yang meyulitkan Polri untuk dapat mensukseskan program-program tersebut. Selain itu, dia menambahkan, harus ada pemahaman yang sama antara Polri dengan masyarakat luas. Pemahaman itu berguna agar masyarakat dan Polri dapat bergerak searah ke arah yang membangun.

Mas Yogo, ketika memberikan penjelasan tentang acara Mardjono Award 2012

Mas Yogo juga berkomentar bahwa dengan media massa yang selalu mengekspos keburukan Polri, media massa memiliki agenda seting agar masyarakat mau memerhatikan berita tersebut. Perangkulan media massa agar mau memberitakan hal yang positif dari Polri merupakan usulan yang cukup baik dari Mas Yogo agar pemberitaan tentang hal negatif yang dilakukan Polisi semakin berkurang.

Mahasiswa Berprestasi

Dalam acara Mardjono Award sendiri, penghargaan diberikan kepada seluruh mahasiswa aktif  Departemen Kriminologi yang memiliki Indeks Prestasi (IP) tertinggi pada semester tahun kemarin. Bara Lintar, salah satu penerima Mardjono Award 2012, dengan IP tertinggi dari Sarjana S-1 reguler. Dia tidak menyangka bahwa dia akan menerima penghargaan tersebut. ”Anak-anak tau sendiri gue gemar nongkrong, main game, sama kalo kuliah pulang malam terus, daripada belajar di kosan mendingan waktu kuliah di kelas gue dengerin degan bener. Untuk kedepannya lagi, gue harap bisa melakukan yang terbaik, karena kalo kita melakukan yang terbaik hasilnya juga pasti baik”, begitu yang dikatakan Bara saat diwawancara oleh Tim WPC.

Bara Lintar, penerima penghargaan Mardjono Award 2012, mahasiswa kriminologi 2011 reguler.
Ayu Permata, penerima penghargaan Mardjono Award 2012, mahasiswi kriminologi 2010 paralel.

Berbeda dengan Bara, Ayu Permata, penerima Mardjono Award dari Sarjana S-1 Pararel, dia mengaku senang dan bangga atas pencapaiannya di Mardjono Award ini. “Gue belajar, tapi gue juga tetep santai, jangan stres dan juga tetap konsisten,” ujar Ayu saat menerangkan caranya dalam belajar. Ayu sendiri memiliki cita-cita untuk dapat bekerja di Badan Intelejen Negara (BIN) dan dapat menjadi anggota intelejen.

Mas Yogo mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memicu semangat belajar dari seluruh Mahasiswa Kriminologi agar dapat mendapatkan prestasi yang membanggakan. Selain itu, Mas Yogo juga mengharapkan agar para Mahasiswa Kriminologi yang lain, yang belum mendapatkan Mardjono Award, mau mencontoh mahasiswa yang sudah berhasil. “Mardjono Award ini merupakan penghargaan yang berngengsi dan memiliki prestis yang tinggi dikalanagan Mahasiswa Kriminologi,” ujarnya.

Harapan terhadap WPC

Bara dan Ayu, para peraih penghargaan Mardjono Award 2012, berharap agar Departemen Kriminologi makin meningkatkan eksistensinya bukan hanya di lingkungan kampus saja, tetapi di Indonesia bahkan di mancanegara. Selain itu mereka juga berharap besar kepada Tim WPC agar lebih mampu meningkatkan eksistensi Departemen Kriminologi. Mas Yogo sendiri juga sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Tim WPC. Mas Yogo mengaku bahwa Departemen Kriminologi FISIP UI masih kurang dalam prestasi keluar. Mas Yogo mempunyai harapan bahwa dengan hadirnya wepreventcrime, sebagai sebuah wadah kreativitas mahasiswa di lingkungan kriminologi, kita semua dapat meningkatkan prestasi Departemen Kriminologi secara lebih luas lagi di lingkungan eksternal FISIP dan UI.

______________________________________

Tim Redaksi wepreventcrime

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s