Sarah: Elevating Existence

UNIVERSITAS INDONESIA–Ketua Himpunan Mahasiswa Kriminologi (HIMAKRIM) 2012, FISIP Universitas Indonesia, Sarah, bercerita dibalik makna elevating existence yang diusungnya dalam pemilihan ketua HIMAKRIM 2012 lalu. Meskipun tidak secara gamblang di paparkan, namun hal tersebut terlihat jelas dari jawaban yang diberikan mengenai kehidupan dan sekelilingnya.

“Kalau di flashback dari SMA, dulu gue masuk di Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK) bagian  pasukan pengibar bendera (PASKIBRA). Kalau di UI sendiri belum pernah ikut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau Badan Organisasi (BO) apapun, tapi ikut panitia lepasan aja gitu. Soalnya dulu kuliahnya masih padat, jadinya yang jangka pendek aja. Terus sekarang udah semester akhir gini, kayakya justru jadi gabut (gaji buta) kalau kuliahnya cuma 3 hari, terus abis itu bengong sisanya. Makanya abis itu siap deh untuk mengemban amanat jadi ketua HIMAKRIM 2012,” kata Sarah saat diwawancarai oleh WPC di depan Miriam Budiardjo Research Center (MBRC),  FISIP UI Depok,  Kamis 15/03/12.

Sarah menjelaskan, Kriminologi memiliki kepentingan sendiri di berbagai sisi, baik untuk Indonesia, pendidikan dan dirinya sendiri. Dari segi pendidikan, perlu ada perbedaan antara hukum – kriminologi dan sosiologi – kriminologi. Harus ada satu bidang studi yang mengkhususkan pada satu hal tertentu. Untuk Indonesia, ia menganggap bahwa kejahatan di Indonesia akan terus ada, maka mahasiswa dinilai perlu untuk meminalisir korban dan akibat dari kejahatan itu sendiri. Sedangkan bagi dia sendiri, Kriminologi penting karena dia ada di dalamnya dan perlu lulus secepatnya.

Semakin banyaknya mahasiswa Kriminologi di setiap tahun memberikan pengalaman baru bagi Sarah.

“Dari dulu bisa dibilang mahasiswanya cukup sedikit, dibanding jurusan-jurusan lainnya di FISIP. Jadi, kesempatan untuk mengenal satu sama lain semakin banyak. Setelah hadir angkatan 2010 dan 2011, nah itu mulai ngerasain begitu banyak anak yang mesti diinget namanya,” ujar perempuan berparas cantik ini kepada WPC.

Selain itu, Sarah juga mencemaskan kendala akademis di Kriminologi. Menurutnya pihak departemen Kriminologi masih belum bisa memberikan kepastian tentang sistem mata perkuliahan. Hal ini di lihat dari perubahan-perubahan yang sering dilakukan departemen Kriminologi, perubahan ini dilakukan di setiap semester.

Dia menambahkan hal ini diperparah oleh isu tentang sistem pengambilan skripsi, yang harus didahului lulus seminar. Berbeda dengan mahasiswa angkatan 2008, yang boleh mengambil skripsi dan seminar secara bersamaan. Menurutnya, ini berdampak pada mahasiswa angkatan 2009 yang pada semester 6 tidak mengambil seminar.

Disinggung soal WPC, Sarah memberikan harapan lebih terhadap WPC. Ia mengharapkan WPC dapat berkoordinasi dengan HIMAKRIM, karena buletin di Kriminologi dianggap telah lama menghilang.

Gue harap produknya bisa diterima dengan baik sama masyarakat FISIP. Bisa menyalurkan kreativitas redaksi-redaksi dan orang-orang dibalik WPC,” kata Sarah, yang juga mahasiswa program studi Kriminologi, FISIP UI, angkatan 2009.

Selain itu Sarah juga berharap untuk HIMAKRIM sendiri agar berjalan sesuai dengan jargon, yaitu elevating existence. (KDC/MLP/YP)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s