Persepsi Premanisme

Tentu kita masih ingat kegiatan Polisi yang berkaitan dengan premanisme. Kegiatan polisi berupa merazia preman-preman yang berada di daerah Jakarta. Kegiatan razia yang dilakukan oleh Polisi ini seperti kegiatan penggalakan yang juga terkait kasus pembunuhan Tan Harry Tantono. Kasus ini diduga melibatkan Jhon Revra ‘Key’. Polisi sendiri masih menangani kasus pembunuhan itu.

Isu premanisme di Ibukota Jakarta meningkat karena kasus pembunuhan tersebut. Media massa sendiri seperti memberikan persepsi kepada masyarakat bahwa tindakan premanisme merupakan bagian dari kejahatan. Padahal persepsi preman sendiri masih belum diketahui.

Seperti mendukung media massa, kegiatan razia preman yang dilakukan oleh Polisi juga selaras dengan pemberian persepsi yang terkesan asal mengenai preman. Dari razia tersebut Polisi sebagian besar menangkap para pengangguran, pemabuk, dan penjudi, bukan preman-preman yang mempunyai jaringan yang teroganisir.

Namun, dalam isu premanisme, persepsi dan arti preman dalam masyarakat belum terkonstruksi dengan jelas. Seperti apakah preman itu? Bagaimana preman itu? Apa ciri-ciri preman itu? dan tindakan merugikan serta melanggar hukum seperti apa yang dilakukan oleh preman? Masyarakat cenderung menganggap pemberitaan dari media massa tentang preman adalah persepsi dari preman itu sendiri. Apakah semua pemabuk dan penjudi itu preman? Padahal dalam kriminologi, kegiatan judi dan minum minuman keras digolongkan sebagai perilaku menyimpang yang tidak merugikan masyarakat. Lalu apakah definisi preman sendiri, apakah yang melakukan perilaku menyimpang atau yang melakukan kejahatan? Harusnya persepsi itulah yang masih harus dikaji lebih dalam lagi oleh aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi di masyarakat.

Salah satu bentuk premanisme yang terjadi di Jakarta

PREMAN DAN POLITIK

Jika memang preman diartikan sebagai orang yang merugikan masyarakat, lalu apa bedanya preman-preman yang berkeliaran di jalanan dengan preman-preman yang berada di institusi politik yang berada di Indonesia. Para preman yang berada di institusi politik juga merugikan masyarakat melalui tindakan korupsi yang mereka lakukan.

Dalam perkembanganya, korupsi yang dilakukan merupakan tindakan kejahatan yang teroganisasi. Sama persis dengan tindakan kejahatan yang dilakukan oleh preman-preman yang teroganisasi. Tindakan kejahatan yang teroganisasi adalah tindakan kejahatan yang dilakukan oleh kelompok tertentu.

Dalam melakukan tindakan kejahatannya, peman-preman yang mempunyai organisasi cenderung melakukan tindakannya karena adanya perintah dari atasan mereka dan berorientasi kepada uang. Terlebih lagi, organisasi preman yang mereka ikuti terkadang mendapat payung dari salah satu tokoh besar dari pemerintahan, baik dari kalangan elit politk, maupun dari kalangan aparat penegak hukum yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.

Premanisme yang terdapat di Ibukota Jakarta memang sudah ada dari lama. Merupakan hal yang sulit bagi Polisi untuk memberantasnya. Ditambah lagi dengan adanya jaringan preman-preman besar yang terorganisasi dengan baik serta mendapat dukungan dari kalangan elit politik dan jenderal-jenderal besar. Selain itu Polisi juga cenderung tidak melakukan tindakan preventif agar tidak timbul tindakan premanisme. Tindakan preventif yang dilakukan Polisi berupa razia preman beberapa waktu yang lalu cenderung merupakan tindakan reaksional yang berakibat ketidakefektifannya razia itu.

Kedepannya polisi harus lebih tegas lagi menangani kasus premanisme. Seharusnya polis juga harus tahu di mana saja wilayah operasi preman-preman yang terorganisir yang melakukan tindakan kejahatan.Tindakan preventif yang tepat juga menjadi solusi yang tepat agar tindakan premanisme dapat diminimalisir. Namun terlebih dahulu sebaiknya Polisi dapat menentukan definisi dari preman itu sendiri agar tidak terjadi kesalahan persepsi yang beredar di kalangan masyarakat dan tidak merugikan kelompok/orang tertentu.

sumber foto: http://sosbud.kompasiana.com/2012/02/21/the-godfather-john-kei-dan-preman-etnis/

Oleh: Andreas Meiki Sulistiyano


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s