Sepuluh Tips Aman Naik KRL

Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja dengan tidak pandang bulu siapapun korbannya. Secara garis besar tindak kejahatan dapat terjadi karena adanya empat hal, yaitu adanya calon pelaku yang potensial, adanya kemampuan dan alat yang dimiliki, adanya target kejahatan yang sesuai, serta adanya kesempatan yang dimiliki. Oleh karena itu, kejahatan sangat mungkin terjadi di tempat yang penuh dengan keramaian seperti di KRL.

Kepadatan KRL di Jakarta

KRL merupakan alat transportasi yang menjadi pilihan utama masyarakat Jabodetabek, khususnya bagi kalangan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dengan hanya modal selembar uang pangeran antasari kita dapat menempuh perjalanan sejauh jakarta kota-bogor dengan kereta ekonomi. Sedangkan apabila ingin merasakan sejuknya dingin AC harus merogoh kocek agak lebih dalam, selain selembar uang pangeran antasari kita harus masih menambahkan selembar uang tuanku imam bonjol, dalam tarif terbaru commuter line. Dengan tarif tersebut, maka KRL jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan alat transportasi lain di daerah Jabodetabek, selain itu juga KRL anti kemacetan. Dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, KRL tampak selalu ramai terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Apabila pagi hari KRL arah Jakarta Kota selalu padat, begitu pula sebaliknya apabila sore hari KRL arah Bogor selalu dipadati oleh penumpang.

 Penuh sesaknya penumpang menjadi faktor pendukung tersendiri bagi terjadinya kejahatan. Kejahatan yang paling sering terjadi di KRL adalah pencopetan, selain itu juga banyak terjadi pelecehan seksual, dengan berbagai macam modus. Kejahatan di KRL dipicu oleh terpenuhinya keempat faktor terjadinya kejahatan. Terdapat calon pelaku yang potensial, dapat digambarkan bahwa 1 diantara 1000 penumpang KRL adalah pencopet yang biasanya melakukan aksinya tidak hanya sendiri tetapi berkelompok. Terdapat kemampuan dan alat yang dimiliki, biasanya pelaku sudah cukup ahli dalam menjalankan aksinya dengan modus yang paling sering adalah dengan mengambil handphone dengan kecepatan tangan ataupun apabila menggunakan alat memakai silet untuk merobek tas korban. Terdapat target yang sesuai, korban biasanya adalah penumpang yang naik KRL sendirian yang membawa barang bernilai tinggi tapi mudah dibawa dan dijual semacam handphone, selain itu juga dompet masih menjadi sasaran utama. Terdapat pula kesempatan yang dimiliki oleh para pelaku untuk melakukan aksinya, kesempatan diperoleh pada saat KRL penuh sesak sehingga memudahkan aksi pelaku tanpa menimbulkan kecurigaan penumpang lain. Selain itu kondisi dalam KRL terutama yang ekonomi, sangat mendukung untuk terjadinya kejahatan. Dapat disimpulkan bahwa kejahatan sangat mungkin terjadi di KRL dengan adanya berbagai faktor.

Dengan mengetahui bahwa dalam KRL berpotensi terjadinya kejahatan, maka jangan kemudian berpikir untuk tidak menggunakan jasa KRL karena merasa takut menjadi korban kejahatan. Hal semacam itu seperti anak kecil yang baru belajar berenang, karena takut air maka tidak mau nyebur ke air, sampai kapanpun anak tersebut kalo masih takut bakalan tidak dapat berenang. Kejahatan bukan untuk ditakuti, tetapi kejahatan haruslah dicegah yang merupakan tugas setiap orang tanpa mengenal usia maupun kemampuan yang dimiliki untuk dapat meminimalisir kejahatan. Untuk itu, penulis dengan bekal ilmu yang diperoleh disertai dengan pengalaman, dengan segala keterbatasan akan memberikan berbagai tips pencegahan kejahatan yang dapat dilakukan dan diharapkan membantu keamanan pengguna jasa KRL.

Tips pertama adalah berdoa menurut agama dan kepercayaan yang dianut sebelum berangkat dan sesudah naik KRL. Dengan diiringi doa maka perjalanan akan lebih dinaungi keselamatan dan tentunya keamanan. Bagi orang muslim cukup dengan membaca doa naik kendaraan, yaitu “bismillaahi majreha wamursaahaa inna rabbii laghafuururrahim”, yang artinya “Dengan Asma Allah, berhenti dan berjalannya kendaraan ini, sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun dan Penyayang.” Walaupun doa tidak memberi efek secara langsung, tapi dilihat dari psikologis seseorang maka dengan doa maka akan membuat menjadi lebih tenang.

Tips kedua adalah bagi yang tidak menjalani rutinitas sebisa mungkin hindari jam padat apabila tidak ada keperluan yang begitu mendesak. Jam padat apabila di pagi hari adalah jam 7-9 pagi dari arah Bogor-Jakarta Kota, sedangkan sore hari antara jam 5-7 sore dari arah Jakarta Kota-Bogor. Dengan menghindari KRL yang sedang padat-padatnya selain membuat tidak begitu berdesak-desakan, juga memperkecil resiko menjadi korban kejahatan.

Tips ketiga adalah membeli tiket di loket penjualan tiket yang tersedia di stasiun-stasiun, karena apabila kedapatan tidak membeli tiket maka akan dikenai denda hingga 10 kali lipat. Tiket yang disediakan sudah termasuk asuransi, sehingga akan merasa aman dan nyaman dalam perjalanan. Dalam kenyataannya sangat mudah untuk mengakali petugas pengecek tiket, oleh karena itu banyak penumpang gelap yang tidak membeli tiket. Tetapi perlu diketahui, apabila dalam 10 kali naik KRL berhasil mengelabui petugas dengan menjadi penumpang gelap 9 kali dan hanya ketahuan sekali maka ujung-ujungnya sama aja karena harus membayar denda 10 kali lipat juga. Maka dari itu gak ada salahnya untuk membeli tiket yang harganya tergolong murah, dengan begitu akan merasa aman tidak was-was liat petugas.

Tips keempat adalah jangan memilih tempat-tempat yang ekstrim. Tempat ekstrim yang dimaksud adalah di pinggiran peron saat menunggu, ketika kereta datang tiba-tiba kaki dapat melayang. Sedangkan saat di kereta, jangan duduk di atap gerbong, bahaya kalau jatuh dan bahaya yang menghadang di atas dalam perjalanan dapat menyebabkan nyawa melayang.

Tips kelima adalah jangan pilih duduk ataupun berdiri di emperan pintu kereta, karena disitu merupakan daerah paling rawan pencopetan dan juga rawan bahaya terjatuh dari kereta. Sekedar informasi, sering tercium bau tak sedap yang berasal dari emperan pintu kereta karena ulah orang yang tak bertanggungjawab atas kotorannya. Pencopet seringkali melakukan modus operandinya di daerah pintu kereta dengan cara mengambil barang berharga korban dan kemudian langsung ngacir ketika kereta mulai berjalan. Dengan berada di emperan pintu sesungguhnya juga menghalangi orang-orang yang mau berlalu-lalang.

Tips keenam adalah pilihlah tempatmu dengan baik dan benar, karena posisi menentukan safety. Tempat yang tidak begitu ekstrim tetap saja dapat menjadi rawan, yaitu rawan dari bahaya pencopetan. Maka dari itu dengan posisi yang tepat akan membuat jadi selamat. Posisi paling ideal apabila berdiri adalah di pojok dengan menyender di dekat sambungan gerbong, karena mempersempit ruang bagi para pencopet sehingga memperkecil resiko menjadi korban. Sedangkan apabila mendapat tempat duduk, pilihlah tempat duduk di sampingnya perempuan, kalo cakep lumayan juga siapa tau jodoh. Hal tersebut dikarenakan berdasarkan data dan fakta selama ini mayoritas pencopet adalah laki-laki, walaupun tetap harus hati-hati karena ada juga pencopet perempuan. Utamakan tempat duduk terutama bagi para lansia, ibu hamil dan anak-anak, toleransi dan rasa solidaritas kita diuji dalam hal ini.

Tips ketujuh adalah hati-hati naik-turun kereta, selalu awali dengan kaki kiri. Pilihlah gerbong yang tidak begitu penuh dan juga yang terdapat penerangan, biasanya gerbong belakang-belakang KRL ekonomi lampunya tidak menyala. Ingat juga bahwa modus kejahatan yang sering terjadi adalah pada kesempatan ini, oleh karena itu waspadalah ketika naik / turun. Jangan berdesak-desakan dengan orang yang mencurigakan, seperti tampang preman kalo kata orang. Seringkali banyak tangan-tangan jahil pelaku yang memanfaatkan kesempatan ketika berdesak-desakan, jangan segan-segan untuk mengeplak tangan jahil itu.

Tips kedelapan adalah amankanlah barang bawaan seaman mungkin. Apabila barang bawaan berat bolehlah ditaruh di bagasi atas, apabila tas dilengkapi tali pengait jangan malas untuk mengaitkannya. Apabila barang bawaan tidak begitu berat, taruhlah di atas pangkuan apabila mendapat tempat duduk, sedangkan jika berdiri jangan malu menaruh tas di bagian depan. Usahakan barang bawaan masih dalam jangkauan serta pandangan. Untuk barang berharga dalam bentuk kecil tapi bernilai besar, seperti dompet, handphone, dan kamera, usahakan ditaruh di bagian tengah tas, jangan ditaruh di bagian bawah untuk mewaspadai apabila tas disilet. Apabila tidak membawa tas, taruhlah barang yang menurut anda paling berharga di kantong celana bagian kiri depan. Bagian tersebut merupakan kantong yang paling aman dibandingkan kantong atas, kantong kanan depan, apalagi kantong belakang.

Tips kesembilan adalah berpenampilan merakyat, karena KRL merupakan transportasi rakyat dan mayoritas pelaku mengincar korban berdasarkan penampilan. Berpakaian dengan sewajarnya, tidak usah menggunakan pakaian yang mewah karena akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku. Apabila pekerja kantoran ada baiknya membawa pakaian ganti, selain memperkecil resiko menjadi korban juga agar tidak bau kecut setibanya di kantor dan kalo perlu juga bawa parfum agar tetap wangi sepanjang hari. Jangan membawa aksesoris yang berlebihan karena juga akan menarik perhatian pelaku dan memperbesar resiko menjadi korban. Selain itu disarankan untuk membawa uang tunai secukupnya dan meminimalisir penggunaan barang berharga seperti perhiasan. Pakailah aksesoris slankers, karena pelaku akan merasa segan dengan para slankers karena slank di atas semua golongan.

Tips kesepuluh adalah selalu waspada jangan sampai lengah, karena lengah sedikit saja barang anda bisa sudah berpindah tangan. Waspada meliputi tidak bengong atau bahkan tertidur dalam perjalanan, karena dengan kondisi yang seperti itu dapat menjadi targetman bagi pelaku kejahatan. Selain itu juga jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal, apabila ditawari sesuatu bilang saja sudah punya atau dengan alasan-alasan yang logis lain. Modus yang seringkali terjadi adalah pelaku mencampurkan obat bius ke dalam makanan atau minuman yang ditawarkan sehingga korban terbius dan tidak sadarkan diri. Tetapi perlu diingat bahwa waspada bukan berarti memasang tampang yang tidak bersahabat, menjalin persahabatan dengan penumpang lain juga penting karena dapat meningkatkan kewaspadaan dengan saling mengingatkan. Apalagi siapa tau berawal dari jalinan persahabatan di KRL dapat berlanjut seperti dalam cerita ftv, bakalan berakhir indah dan akan menjadi kenangan.

Itulah sekiranya sepuluh tips yang dapat diterapkan ketika dalam perjalanan menggunakan KRL sehingga dapat merasa aman nyaman selama perjalanan. Untuk menambah keamanan dan kenyamanan dapat juga menggunakan berbagai media hiburan, seperti mendengarkan musik melalui earphone ataupun dengan membaca koran, dengan tujuan agar tetap terjaga dan waspada. Tetapi apabila menggunakan berbagai media hiburan jangan lupa untuk sesekali melihat sekeliling untuk memastikan situasi dan kondisi aman terkendali. Yang tak kalah pentingnya adalah untuk menghafal stasiun, karena KRL hanya berhenti tidak sampai 1 menit di setiap stasiun. Tiap stasiun memiliki ciri khas warna yang berbeda-beda, hal tersebut dapat dijadikan penanda. Lebih baik lagi kalau hafal tiap stasiun jika naik KRL ekonomi, tetapi jika naik KRL commuter sudah terdapat urutan stasiun yang ditempel di tiap pintu. Jika sudah mendekati stasiun yang dituju merapatlah ke pintu untuk memudahkan keluar dengan tetap stay cool tanpa merasa kebingungan. Pelaku biasanya mengincar korban yang tampak bingung, karena memudahkan pelaku mengalihkan perhatian.

_________________________________

Tentang Penulis

Firman Setyaji

Mahasiswa Program Studi Kriminologi, angkatan 2009. Memiliki hobi ngopi di Takor, Meja Pojok (tongkrongan favorit mahasiswa kriminologi). Pemuda pecinta grup band Slank ini memang terkesan sebagai orang yang santai dan cuek, tetapi siapa sangka, ide-ide cemerlang seringkali muncul darinya. Atas gagasannya lah komunitas WPC terbentuk. Sekarang ini, selain sibuk dengan tugas-tugas kuliah, Kaspo, nama panggilannya, menjabat sebagai Pemimpin Umum WPC dan Pemimpin Redaksi Buletin WPC (WPC edisi cetak).


6 thoughts on “Sepuluh Tips Aman Naik KRL

  1. tips #11: beli stun gun.
    tips #12: tataplah orang2 sekitar seperti orang gila.
    tips #13: sesekali menggeram seperti anjing. lebih baik jika bisa ngiler2 sekalian.
    tips #14: sesekali berteriak: “hayooo siapa diantara elo yang copet hayooo? cobaaa diliat-liaaat..”
    tips #15: duduk jongkok ditengah-tengah selasar orang yang berdiri. resiko paling besar adalah kena kentut orang, tapi elo bakal aman. plus mungkin dapet pemandangan kolor/pantat montok.
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s