Ide tentang Kampanye Gembok

Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Meliputi semua lingkup sosial yang ada, kejahatan juga bisa menimpa siapa saja. Apalagi di era sekarang ini, dengan kondisi kehidupan yang sulit, semua orang bisa saja melakukan tindakan kejahatan. Salah satu kejahatan yang sering muncul sekarang ini adalah tindakan pencurian. Dimana seseorang mengambil barang milik orang lain tanpa sepengetahuan pemilik barang. Kejahatan pencurian memang kejahatan yang dari dulu sudah banyak dilakukan.

Namun kejahatan pencurian masih dibagi lagi kedalam beberapa jenis. Misalnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kejahatan pencurian tersebut marak terjadi belakangan ini. Berbagai macam tempat keramaian dijadikan sasaran target pencurian, seperti parkiran pasar, parkiran warnet, parkiran ruko-ruko dsb. Tidak luput juga parkiran motor di Universitas Indonesia yang dijadikan sasaran oleh pelaku pencurian. Menurut data statistik PLTK sebagai penanggung jawab keamanan di Universitas Indonesia, pada tahun 2009 terdapat 20 kasus kehilangan kendaraan bermotor. Kemudian menurun di tahun 2010 menjadi 13 kasus. Dari data tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa kejahatan pencurian tidak mengenal tempat, bahkan tempat kita menuntut ilmu seperti Universitas bisa dijadikan target pencuriaan.

 Seorang teman saya pernah memiliki pengalaman pahit, ketika sepeda motor nya dicuri orang. Dihari itu ia seperti biasa memarkirkan sepeda motornya diparkiran FISIP tempat ia kuliah. Namun ketika akan pulang, sepeda motor yang ia parkir di parkiran ternyata sudah tidak ada. Memang ia mengakui kalau pada saat memarkirkan kendaraannya ia tidak menggunakan kunci ganda sebagai tambahan pengamanan. Sebenarnya jika kita pikir dengan adanya kunci ganda, maka jika ada orang yang memang berniat untuk melakukan pencurian akan sulit baginya untuk melakukan pencurian. Dengan begitu kemungkinan dia untuk tidak jadi melakukan pencurian pun menjadi lebih besar.

Berangkat dari pengalaman yang diceritakan di atas, maka tercetuslah ide untuk mengampanyekan penggunaan kuci ganda (gembok) bagi kendaraan bermotor. Memang hal itu terdengar wajar, karena pihak kepolisian dari dulu juga sudah mengkampanyekan penggunaan tersebut. Namun yang ingin penulis lakukan, selain mengampanyekan gembok kepada mahasiswa yaitu juga dengan membagi-bagikan gembok gratis kepada mahasiswa yang menggunakan sepeda motor. Program tersebut dianamkan 100 gembok untuk mahasiswa. Tujuan program ini sebenarnya untuk memancing kesadaran mahasiswa akan pentingnya penggunaan gembok. Dimana penulis beserta tim membagikan 100 gembok gratis secara acak kepada mahasiswa. Dalam aksi pembagian gembok juga akan dibarengi sosialisasi baik offline maupun online agar maksud yang diinginkan penulis dan tim bisa tersampaikan kepada mahasiswa lainnya. Hal ini juga akan memancing kesadaran mahasiswa lainnya untuk menggunakan gembok sebagai kunci pengaman tambahan bagi sepeda motornya.

__________________________

Tentang Penulis

Drajat Supangat

Banyak yang mengira bahwa Bang Drajat, begitulah biasanya dia dipanggil, adalah orang yang menyeramkan. Akan tetapi, akan muncul satu kesan yang bertolak belakang ketika mengenal seorang pribadi yang ramah dan setia kawan ini. Drajat, mahasiswa Program Studi Kriminologi, angkatan 2009, aktif sebagai jurnalis mahasiswa di Badan Otonom Pers Suara Mahasiswa (SUMA) Universitas Indonesia. Hobi terbarunya adalah membaca koran setiap pagi hari di Takor, Meja Pojok, sejak mengambil fokus studi S1 bidang Kriminologi Jurnalistik. Di komunitas WPC, dia berperan sebagai gatekeeper, sedangkan di Buletin WPC, dia berperan sebagai Redaktur Pelaksana.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s